Pages

Kamis, 10 November 2016

BERHENTI MELAKUKAN KESALAHAN FATAL DALAM BERBISNIS

(Sebuah kesalahan senilai 500 Juta yang dapat dihindari hanya dengan 5 Juta !!)


Seorang pengusaha mengeluhkan kondisi bisnisnya, bukan karena tidak ada order atau sepi pembeli melainkan masalahnya adalah uangnya selalu habis sebelum ia simpan. Jika bisa menyimpanpun jumlahnya tidak sebanding dengan jumlah pendapatan.

Mungkin Anda pernah mengalami hal tersebut. Usaha tampak berkembang, ramai pembeli tetapi hasilnya entah kemana. Jawaban dari permasalahan tersebut karena pengusaha tersebut kurang terampil mengelola keuangan bisnisnya. Bisnis tanpa pengelolaan yang tepat tidak akan berkembang sesuai yang diharapkan.
Uang sebanyak apapun akan habis, bisnis sebesar apapun akan hancur. Modal yang besar tidak menjanjikan keberhasilan sebuah Bisnis.

Kita sering menjumpai bisnis yang berkembang pesat, omsetnya besar, tetapi hasilnya menguap begitu saja. Kemana hasil penjualan dialokasikan juga tidak jelas. Perusahaan yang seharusnya sudah membuka cabang terlihat masih jalan ditempat. Hal ini tidak adanya pengelolaan keuangan dalam perusahaan.

GUNAKAN PEMBUKUAN
Pembukuan menjadi hal yang sangat penting bagi pengusaha pemula atau professional. Oleh karena itu, pembukuan akan sangat membantu kita dalam hal melihat keluar masuk uang, barang dan sistem manajemen perusahaan. Dan pembukuan yang ideal adalah pembukuan yang sudah terkonsep yaitu menggunakan Software Komputerisasi / bukan pencatatan manual.

Keuntungan memakai Software Pembukuan antara lain jadi lebih mudah dalam menganalisa bisnis yang sedang dijalankan, apakah menanjak naik, menurun atau stabil. Selain itu juga sangat mudah dan cepat dalam melihat laporan-laporan penjualan barang,pembelian,stock,keluar masuk uang dan laporan-laporan penting lainnya. Apalagi bisnis yang dijalankan sudah membuka cabang dimana-mana. Tanpa Software Pembukuan maka pengelolaan bisnis akan berantakan.

Untuk penjelasan detail Software Pembukuan dan Penjualan yang sudah standarisasi. Klik disini >>







Rabu, 09 November 2016

Minimarket Franchise VS Berdiri Sendiri

Saat ini menjamur berbagai macam jenis bisnis toko kelontong terutama Minimarket. Baik dengan type kecil, sedang maupun besar. Baik toko berjenis franchise maupun berdiri sendiri. Kenapa banyak orang banyak yang memilih bisnis berbentuk Minimarket ? Yang jelas karena barang dagangan yang dijual merupakan kebutuhan pokok kita sehari-hari. 

Kali ini saya akan share pengertian dari franchise beserta kelebihan dan kekurangan minimarket berbentuk franchise dan minimarket yang berdiri sendiri.



Franchise atau waralaba adalah sebuah metode dalam sistem distribusi barang atau jasa. Metode ini membentuk suatu model hubungan kerjasama bisnis antara franchisor (pemilik usaha) dengan franchisee (pemilik modal/investor).

Franchise merupakan bentuk duplikasi bisnis yang telah sukses dan mempunyai brand yang sudah dikenal. Dengan demikian calon investor yang ingin membeli franchise tidak harus menjalankan bisnis dari nol. Tidak harus dipusingkan dengan nama produk, jenis produk, produksi, dan pemasaran. Mereka hanya menjalankan sistem yang telah berjalan dengan baik dan telah teruji keberhasilannya.

Franchisor (Pewaralaba), yaitu pihak yang menjual atau meminjamkan hak dagangnya, atau merk dagangnya serta sebuah sistem bisnis untuk menjalankan bisnis tersebut.

Franchisee (Terwaralaba), yaitu pihak yang membayar royalti dan biaya lainnnya yang dipersyaratkan oleh franchisor untuk dapat menggunakan merk dagangnya serta sistem bisnis yang dirancang oleh franchisor.




Apa kelebihan dan kekurangan Minimarket Franchise ?
 

Namanya franchise pasti terikat dengan yang namanya perjanjian diatas materai. Dengan perhitungan yang telah disepakati maka Franchisee wajib membayar royalty setiap bulan atas omset penjualan yang dia dapatkan. Untuk Franchisor juga wajib memberikan support kepada Franchisee demi kelancaran usahanya.


Berikut saya paparkan kelebihan dan kekurangan mendirikan minimarket berbentuk franchise :
 

 Kelebihan:
  • Mendapatkan bimbingan / konsultasi dalam mengelola toko 
  • Sudah mempunyai Standard Operational Procedure (SOP)
  • Sudah ada sistem yang terkomputerisasi / menggunakan software penjualan
  • Mendapatkan support / solusi dalam hal terjadi trouble dengan perangkat komputer atau perangkat yang lain
  • Sudah ada supplier, sehingga pengiriman barang dagangan langsung dikirim ke toko tanpa kita capek-capek belanja sendiri
  • Dengan membayar investasi awal maka sudah mendapatkan satu paket termasuk barang dagangan, perangkat toko, dll.  
Kekurangan :
  • Modal lebih besar
  • Mempunyai jangka waktu kepemilikan waralaba, biasanya 5 tahun
  • Membayar roylaty setiap bulan berdasarkan omset penjualan
  • Membayar franchise fee setiap awal perjanjian
  • Membayar biaya pengiriman barang dagangan dengan prosentase tertentu
  • Peraturan wajib mengikuti kantor pusat, mulai dari barang dagangan yang dijual, type rak, spesifikasi komputer yang dipakai, dll  



Kelebihan dan kekurangan Minimarket Non-Franchise ? 
 
Minimarket jenis ini wewenang sepenuhnya ada ditangan pemilik toko (owner), tanpa adanya campur tangan dari pihak luar.

Kelebihan :

  •  Modal kecil
  •  Tidak terikat perjanjian kontrak
  •  Tidak membayar royalty maupun franchise fee
  •  Peraturan (SOP) dibuat sendiri sesuai keinginan pemilik
  •  Keuntungan penjualan lebih besar (tidak ada royalty)
  •  Lokasi dan type toko bisa ditentukan sendiri
  •  Kebijakan dan biaya-biaya sepenuhnya wewenang pemilik
 Kekurangan :

  •  Pengelolaan murni dari pemilik
  •  Pembelian barang dagangan dan perangkat yang lain dilakukan sendiri oleh pemilik
  •  Belum ada software komputer, harus beli sendiri
  •  Supplier barang mencari sendiri
  •  Maju mundurnya toko tergantung dari kreatifitas pemilik
Setelah membaca penjelasan di atas mungkin Anda tetap bingung jenis usaha apa yang harus dipilih, waralaba atau membuka usaha sendiri ? Jawabannya ada pada sampai mana letak kesanggupan Anda untuk memulai usaha.
Jika Anda tidak mau repot dan memiliki modal cukup besar, silahkan pilih bisnis waralaba/franchise. Anda juga tidak perlu repot memikirkan strategi bisnis karena semua sudah diatur oleh pihak pewaralaba/franchisor. Namun jika Anda hanya bermodal pas-pasan tetapi ulet, kreatif, dan berjiwa bebas, membuka usaha sendiri adalah jawabannya.